BAHASA CINTA
Ibuku bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, atau orang yang
menguasai banyak hal dan berbicara dalam banyak bahasa. Itu menurutku,
tidak penting. Sebab ada satu hal yang membuat ia menjadi sangat
istimewa, satu hal yang sering lalai ku sadari: ia menguasai bahasa
cinta.
Tetapi itu tidak berarti ibuku berbicara tentang cinta padaku secara
verbal. Ibuku juga tak pernah secara langsung menyatakan bahwa ia
sayang padaku atau ia sungguh2 mencintai aku. Dan ku kira, ini pasti
dikarenakan latar belakang budaya timur yang tidak lazim mengenal
pengungkapan perasaan secara verbal.
Tetapi ketika ia dengan segera menyiapkan sepiring nasi ketika ia tahu
aku hendak makan dan itu ia lakukan tanpa menanti permintaan atau
persetujuan dariku (dan jujur saja, kadang2 ini membuatku risih karena
aku merasa diperlakukan seperti anak kecil). Atau setiap pagi ia
bangun paling awal untuk menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga,
menyiapkan dan membawakan makanan kecil ketika aku sedang asyik
menonton tv, aku tahu, ia sedang berbicara bahasa cinta melalui itu
semua. Ia sedang berbicara padaku tentang kepeduliannya, tentang cinta
dan rasa sayangnya padaku.
Akan halnya ayahku, tidak berbeda jauh. Meskipun harus ku akui
terkadang aku merasa benci setengah mati terhadapnya, terhadap
kekeraskepalaannya, kecenderungannya untuk mencari kambing hitam dan
ketidaksportifannya, aku tahu, ia pun menguasai bahasa cinta pula.
Ia memang tidak pernah menyiapkan sarapan atau menyediakan nasi
untukku, tetapi ia menunjukkan rasa cintanya sebagai seorang ayah,
sebagai seorang kepala keluarga: ia selalu siap membantu aku tanpa aku
harus memintanya terlebih dahulu.
Ibu dan ayahku manusia2 penyayang, yang tahu bagaimana menggunakan
bahasa cinta.
Meskipun terkadang-sebagai manusia biasa-kami melakukan kesalahan atau
saling menyakiti hati masing2 dan membuatku lalai menyadari arti
penting mereka, aku berusaha untuk mengingat setiap kata dari tindakan
mereka: setiap kata dari bahasa cinta yang mereka curahkan padaku.
Sudahkah kita menyayangi mereka?
(anonym)
Allah, Pernikahan dan Alam Semesta
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan, adalah istri yang membantu suaminya dalam urusan akhiratnya”. (Al-Hadits)
Dari ungkapan nabi SAW tersebut terlihat, baik dunia maupun perempuan adalah perhiasan bagi laki-laki, yang seharusnya selalu setia melengkapi. Ada sebuah “Al-Haqq” yang akan dibuka dalam ikatan pernikahan, apabila seorang laki-laki sungguh-sungguh mencari Allah.
Pencarian akan Allah tersebut mestinya akan berbuah tanda-tanda, semakin dia dekat kepada Allah maka akan semakin dia melihat “keadaan Allah” (melihat Allah dengan pandangannya). Seorang laki-laki akan mengidentifikasi Allah, dan seorang perempuan (istri) akan mengidentifikasi alam semesta, sehingga terlihat sebuah pola hubungan antara Allah dengan alam semesta sebagai ciptaan-Nya.
Perempuan, dalam arti yang sejati merupakan sesuatu yang keluar dari laki-laki. Begitupun alam semesta, ia merupakan sesuatu yang keluar dari sisi-Nya. Ketika seorang laki-laki dirahmati Allah dengan musyahadah (=penyaksian tentang Allah), maka dia diberi mata yang juga mata-Nya, dalam pengertian bahwa pandangannya sesuai dengan cara Allah memandang alam semesta.
Kesadaran pandangan ilahiyah terhadap ciptaan-Nya diberikan dalam sebuah mekanisme hubungan pernikahan. Jadi ketika seorang laki-laki menikah secara benar dengan seorang perempuan, dengan pasangan yang benar, maka hal ini akan membuka rahasia hubungan antara Allah dengan alam semesta. Penataan secara ‘benar’ (haqq) dalam hubungan pernikahan ini akan membuka rahasia tersebut.
[*] Dari kajian Hikmah Al-Qur’an
True Love..
Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap wisdom yang menyemburat seperti cahaya.
Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.
Lihat batang bunga mawar itu. Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu. Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daun lah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. Demikian juga dengan hatimu, anakku. Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.
Anakku, begitu sering kau bicara cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan… Apakah isi atau esensi dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama, … Apakah benar begitu, anakku?
***
Mungkin di kampung kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi bagian dari hidupmu, seperti saudaramu. Kau mencintai kuda itu sepenuh hati. Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. Cintamu tidak sepenuh hati, karena kau rela menjual cinta. Kau mencintai kuda, karena kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya. Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta karena kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai. Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan. Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan. Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.
Kau sudah punya istri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit. Cintamu cinta sejati, sehidup semati. Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang keseratus kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa. Ketika dia sakit yang ke lima puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke sepuluh kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf. Dan kelak ketika dia sudah keriput kulitnya, akan kan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu. Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu. Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.
Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta. Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, karena dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahwa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi. Dan perjalanan kalian sampai di situ. Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, karena dia seiman denganmu. Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu. Cintamu telah berubah.
Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu. Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf? Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhlukNya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghinaNya? Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.
Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love. Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta karena menguntungkanmu. Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang mengaspal jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan aspal. Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kendaraan lewat di atasnya. Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan truk-truk besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Kau harus memahami hal ini, anakku.
***
Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cintaNya. Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahman) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembahNya dan manusia yang menghinNya, semua diberiNya kehidupan. KekuasaanNya ada di setiap yang hidup. Dia tidak meninggalkan makhlukNya, hanya karena si makhluk tidak lagi percaya kepadanya. Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembahNya saja, maka Dia namanya pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai karena disembah. Dia tidak begitu, dia tetap mencintai setiap ciptaanNya. Itulah True Love. Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. Itulah cinta kepunyaan Tuhan. Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.
Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love. Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. Ketika kau mencintai istrimu, bukan kecantikan dan kebaikan istrimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat “Oh my God! Ini ciptaanMu, sungguh cantiknya. Ini kebaikanMu yang kau sematkan dalam dirinya.” Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran CahayaNya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat. Ketika kau melihat makanan, kau bilang “Ya Allah, ini makanan dariMu. Sungguh luar biasa!” Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupanNya yang mewujud dalam diri kucing itu. Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahasia dan maksud yang kau belum mengerti.
Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju filosofi, agama, istri, dan harta benda yang kau cintai. Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala filosofi, agama, istri, dan harta benda, dimana Dia berada di titik pusat itu. Cintamu langsung melihat Dia.
Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. Kau harus memahami ini, anakku. Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahayaNya. Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Karena hanya saat mawar merekah lah akan tampak kehindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya. Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.
Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri saja lah yang akan memancarkan cahayaNya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala filosofi, agama, istri, dan harta benda. Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahwa kau telah berserah diri. Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak darimu? Apakah Dia membernarkan pengakuanmu? Ketika kau bilang “Allahu Akbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat keakbaran Dia dalam setiap yang kau lihat? Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-Islam-an masih di depan. Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu. Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. Mintalah kepadaNya untuk membukanya. Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabarlah, bersyukurlah, dan bertawakkallah. InsyaAllah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.
Semoga Allah membimbingmu, anakku.
***
Terimakasih, Bawa. Sungguh aku sampai tak melihatmu. Kulihat Dia yang tengah berbicara kepadaku.
(Bawa M.)
Super Genius Memory
Udah lama ga nulis, nulis ah, kali ini ttg training kemarin Super Genius Memory(di sertifikat) di bukunya sih judulnya Super Great Memory. Jadi intinya kita mengoptimalkan otak kita dgn menggunakan kedua otak kanan dan kiri, otak kanan sifatnya Long Term Memory, kiri sebaliknya, otak kanan membayangkan, otak kiri detailnya, jd saling kerjasama. Ada beberapa metode, sperti Mnemonic, angka, story, dsb, (blm baca buku smua, msh dipelajari dan dipraktekkan satu2
, lumayan untuk menghafal bbrp surat dan artinya, nntinya kalau ditanya surat ke -ini surat apa?, surat anu ayat anu isinya apa?hmm..perlu waktu si..tunggu aja deh perkembangannya..scara skr itu sering bgt lupa, trus yg udah2 jg lupa..heuheu..
Malam Pertama
Pernah baca, mudah2an jadi renungan..
–
Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justru malam pertama ‘perkawinan’ kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang ? lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan…,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu …jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal, yaitu Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan
Tataplah….tataplah…itulah wajah kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi – saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
dan akhirnya…..
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama ‘kekasih’..
Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Inilah masa menunggu sebelum tibanya hari akhir dari segala-galanya..
Akankah sejak malam ini kita menunggu untuk ke surga atau ke neraka..
Mungkin tak pantas kita rasanya menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ….sanggupkah kita menjadi ahli neraka…
Wahai Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat….
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kita bisa khusnul khotimah sehingga jadi ahli
syurga.
Amien….
Indah Nian Menemukan Tulang Rusuk Diri..
Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita.
Tanpa mereka , hati, pikiran, perasaan lelaki akan resah.
Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya.
Apalagi yang tidak ada di surga,
namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri.
Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh
lelaki, tetapi kalau sendiri yang tidak lurus,
tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.
Luruskanlah mereka dengan petunjuk Allah,
karena mereka diciptakan begitu rupa oleh-Nya.
Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya:
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar…
Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita…
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah…
Kenalkan mereka kepada Allah, Dzat yang kekal, di situlah kuncinya
Akal setipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu….
Hati yang serapuh kaca, tebalkan ia dengan iman….
Perasaan yang selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak….
Suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka akan nampak
penilaian dan keadilan Tuhan.
Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik
dunia, presiden ataupun perdana menteri ataupun women gladiator.
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan.
Itu bukan diskriminasi Tuhan.
Sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang
lembut itulah yang mengandung-kan lelaki2 wajah: negarawan, karyawan,
jutawan dan wan-wan lain
Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.
Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.
Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,
bahkan mereka pula membengkokkan.
Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh kaum perempuan…daripada
perempuan yang dirusak oleh laki-laki…
Sebodoh-bodoh perempuanpun bisa menundukkan sepandai-pandainya lelaki.
Itulah akibat apabila wanita tidak kenal Tuhan.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki.
Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun
akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri
dan bapak akan kehilangan puteri .
Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara.
Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.
Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri
dahulu kepada-Nya.
Jinakkan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah,
Kalau pribadi belum lagi seperti Sayidina Ali.
Allah bersama kita, lebih dekat..
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya
Dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama
Dan hatimu masih terasa pedih..
Allah SWT sudah menghitung air matamu.
Ketika kau fikir bahwa hidupmu sednag menunggu sesuatu
Dan waktu berjalan begitu saja..
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.
Ketika kau fikir bahwa kau sudah mencoba segalanya
Dan tak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah SWT sudah punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak menjadi masuk akal
Dan kau merasa tertekan..
Allah SWT dapat menenangkanmu.
Ketika kau merasa sendirian
Dan teman2mu terlalu sibuk untuk menelepon..
Allah SWT berada disampingmu.
Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang..
Allah SWT mempunyai cinta kasih yang lebih besar dari segalanya
Dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.
Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas..
Allah SWT tahu apa yang ada didepanmu, dan
Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.
Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan..
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan..
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Allah SWT telah memberkahimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketkajuban..
Allah SWT telah tersenyum kepadamu.
Ketika kau memilki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi..
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap..
Allah SWT Maha Mengetahui.
–
sumber:http://ratihlaglacelalluvia.wordpress.com
all i have is all You gave..
Only You
I choose among the entire world.
Is it fair of You
letting me be unhappy?
My heart is a pen in Your hand.
It is all up to You
to write me happy or sad.
I see only what You reveal
and live as You say.
All my feelings have the color
You desire to paint.
From the beginning to the end,
no one, but
You.
Please make my future
better than the past.
When You hide,
I change to a Godless person;
and when You appear,
I find my faith.
Don’t expect to find
any more in me
than what You give.
Don’t search for
hidden pockets, because
I’ve shown You that.
All I have
is
all You gave.
(JR)
mau mendengarkan? disini..lebih kerasa..
http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=42603848482&h=qv8L-&u=fndZf
7 Langkah ZMP
Dapat yg bagus niy..
Selamat menjalankan ^^
7 Langkah ZMP (Zero Mind Process) :
1.Hindari prasangka buruk, upayakan berprasangka baik
2.Tinggalkan prinsip hidup yang salah, berprinsiplah selalu kepada Allah Yang Maha Suci
3.Bebaskan diri dari pengalaman masa lalu yang membelenggu pikiran, berpikirlah merdeka
4.Dengarlah semua suara Hati, berpikirlah melingkar (circular thinking) sebelum menentukan kepentingan dan prioritas, jadilah Bijaksana
5.Berpikir secara intergratif dan holistik dengan melihat semua sudut padang secara adil berdasarkan semua suara Hati yang bersumber dari Asmaul Husna
6.Periksa pikiran anda terlebih dahulu sebelum menilai segala sesuatu
7.Ingatlah bahwa semua kebenaran bersumber dari Allah AWJ, jangan terbelenggu