Allah, Pernikahan dan Alam Semesta

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan, adalah istri yang membantu suaminya dalam urusan akhiratnya”. (Al-Hadits)

Dari ungkapan nabi SAW tersebut terlihat, baik dunia maupun perempuan adalah perhiasan bagi laki-laki, yang seharusnya selalu setia melengkapi. Ada sebuah “Al-Haqq” yang akan dibuka dalam ikatan pernikahan, apabila seorang laki-laki sungguh-sungguh mencari Allah.

Pencarian akan Allah tersebut mestinya akan berbuah tanda-tanda, semakin dia dekat kepada Allah maka akan semakin dia melihat “keadaan Allah” (melihat Allah dengan pandangannya). Seorang laki-laki akan mengidentifikasi Allah, dan seorang perempuan (istri) akan mengidentifikasi alam semesta, sehingga terlihat sebuah pola hubungan antara Allah dengan alam semesta sebagai ciptaan-Nya.

Perempuan, dalam arti yang sejati merupakan sesuatu yang keluar dari laki-laki. Begitupun alam semesta, ia merupakan sesuatu yang keluar dari sisi-Nya. Ketika seorang laki-laki dirahmati Allah dengan musyahadah (=penyaksian tentang Allah), maka dia diberi mata yang juga mata-Nya, dalam pengertian bahwa pandangannya sesuai dengan cara Allah memandang alam semesta.

Kesadaran pandangan ilahiyah terhadap ciptaan-Nya diberikan dalam sebuah mekanisme hubungan pernikahan. Jadi ketika seorang laki-laki menikah secara benar dengan seorang perempuan, dengan pasangan yang benar, maka hal ini akan membuka rahasia hubungan antara Allah dengan alam semesta. Penataan secara ‘benar’ (haqq) dalam hubungan pernikahan ini akan membuka rahasia tersebut.
[*] Dari kajian Hikmah Al-Qur’an

~ by taufikr on May 20, 2009.

One Response to “Allah, Pernikahan dan Alam Semesta”

  1. Ora mudeng. Lha wong aku i ni orang bodho sehingga utk memahami yang seperti ini sulitnya luar biasanya. IHDINA ASH SHOROTHO AL MUSTAQIM. ALLAHUMMAHDINA FI MAN HADAIT.

Leave a Reply