<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ikatan Ilmu</title>
	<atom:link href="http://taufikr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taufikr.wordpress.com</link>
	<description>Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 08:45:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='taufikr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ikatan Ilmu</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://taufikr.wordpress.com/osd.xml" title="Ikatan Ilmu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://taufikr.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>7 Langit &amp; 7 Malaikat Penjaga</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/7-langit-7-malaikat-penjaga/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/7-langit-7-malaikat-penjaga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 15:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Telah diceritakan oleh Ibnu al-Mubarak tentang seorang laki-laki yang bernama Khalid bin Ma&#8217;dan, dimana ia pernah bertanya kepada Mu&#8217;adz bin Jabal ra., salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. &#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang telah engkau dengar langsung dari Rasulullah saw., suatu hadits yang engkau hafal dan selalu engkau ingat setiap harinya disebabkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=113&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah diceritakan oleh Ibnu al-Mubarak tentang seorang laki-laki yang  bernama Khalid bin Ma&#8217;dan, dimana ia pernah bertanya kepada Mu&#8217;adz bin  Jabal ra., salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw.</p>
<p>&#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang telah engkau  dengar langsung dari Rasulullah saw., suatu hadits yang engkau hafal dan  selalu engkau ingat setiap harinya disebabkan oleh sangat kerasnya  hadits tersebut, sangat halus dan mendalamnya hadits tersebut. Hadits  yang manakah yang menurut engkau yang paling penting?&#8221;</p>
<p>Kemudian, Khalid bin Ma&#8217;dan menggambarkan keadaan Mu&#8217;adz sesaat setelah  ia mendengar permintaan tersebut, &#8220;Mu&#8217;adz tiba-tiba saja menangis  sedemikian rupa sehingga aku menduga bahwa beliau tidak akan pernah  berhenti dari menangisnya. Kemudian, setelah beliau berhenti dari  menangis, berkatalah Mu&#8217;adz: Baiklah aku akan menceritakannya, aduh  betapa rinduku kepada Rasulullah, ingin rasanya aku segera bersua dengan  beliau&#8221;</p>
<p>Selanjutnya Mu&#8217;adz bin Jabal ra. mengisahkan sebagai berikut, &#8220;Ketika  aku mendatangi Rasulullah saw., beliau sedang menunggangi unta dan  beliau menyuruhku untuk naik di belakang beliau. Maka berangkatlah aku  bersama beliau dengan mengendarai unta tersebut. Sesaat kemudian beliau  menengadahkan wajahnya ke langit, kemudian bersabdalah Rasulullah saw.:&#8221;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang memberikan ketentuan  (qadha) atas segenap makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, ya Mu&#8217;adz!&#8221;. Aku  menjawab, &#8220;Labbaik yaa Sayyidal Mursaliin&#8221;.</p>
<p>&#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Sekarang akan aku beritakan kepadamu suatu hadits yang  jika engkau mengingat dan tetap menjaganya maka (hadits) ini akan  memberi manfaat kepadamu di hadhirat Allah, dan jika engkau melalaikan  dan tidak menjaga (hadits) ini maka kelak di Hari Qiyamah hujjahmu akan  terputus di hadhirat Allah Ta&#8217;ala!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala telah menciptakan  tujuh Malaikat sebelum Dia menciptakan tujuh lelangit dan bumi. Pada  setiap langit tersebut ada satu Malaikat yang menjaga khazanah, dan  setiap pintu dari pintu-pintu lelangit tersebut dijaga oleh seorang  Malaikat penjaga, sesuai dengan kadar dan keagungan (jalaalah) pintu  tersebut.</p>
<p>Maka naiklah al-Hafadzah (malaikat-malaikat penjaga insan) dengan  membawa amal perbuatan seorang hamba yang telah ia lakukan semenjak  subuh hari hingga petang hari. Amal perbuatan tersebut tampak bersinar  dan menyala-nyala bagaikan sinar matahari, sehingga ketika al-Hafadzah  membawa naik amal perbuatan tersebut hingga ke Langit Dunia mereka  melipat gandakan dan mensucikan amal tersebut. Dan ketika mereka sampai  di pintu Langit Pertama, berkatalah Malaikat penjaga pintu kepada  al-Hafadzah: &#8220;Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya! Akulah  &#8216;Shaahibul Ghiibah&#8217;, yang mengawasi perbuatan ghiibah (menggunjing  orang), aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal  ini melewatiku untuk menuju ke langit yang berikutnya!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah pula al-Hafadzah yang lain dengan membawa amal shalih  diantara amal-amal perbuatan seorang hamba. Amal shalih itu bersinar  sehingga mereka melipat-gandakan dan mensucikannya. Sehingga ketika amal  tersebut sampai di pintu Langit Kedua, berkatalah Malaikat penjaga  pintu kepada al-Hafadzah: &#8220;Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal  perbuatan ini ke wajah pemiliknya, karena ia dengan amalannya ini  hanyalah menghendaki kemanfaatan duniawi belaka! Akulah &#8216;Malakal Fakhr&#8217;,  malaikat pengawas kemegahan, aku telah diperintah Rabb-ku untuk tidak  membiarkan amal perbuatan ini melewatiku menuju ke langit berikutnya,  sesungguhnya orang tersebut senantiasa memegahkan dirinya terhadap  manusia sesamanya di lingkungan mereka!&#8221;. Maka seluruh malaikat mela&#8217;nat  orang tersebut hingga petang hari.</p>
<p>Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba yang lain.  Amal tersebut demikian memuaskan dan memancarkan cahaya yang jernih,  berupa amal-amal shadaqah, shalat, shaum, dan berbagai amal bakti  (al-birr) yang lainnya. Kecemerlangan amal tersebut telah membuat  al-Hafadzah takjub melihatnya, mereka pun melipat-gandakan amal tersebut  dan mensucikannya, mereka diizinkan untuk membawanya. Hingga sampailah  mereka di pintu Langit Ketiga, maka berkatalah Malaikat penjaga pintu  kepada al-Hafadzah: &#8220;Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah  pemiliknya! Akulah &#8216;Shaahibil Kibr&#8217;, malaikat pengawas kesombongan, aku  telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan  seperti ini lewat dihadapanku menuju ke langit berikutnya! Sesungguhnya  pemilik amal ini telah berbuat takabbur di hadapan manusia di lingkungan  (majelis) mereka!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah al-Hafadzah yang lainnya dengan membawa amal seorang  hamba yang sedemikian cemerlang dan terang benderang bagaikan  bintang-bintang yang gemerlapan, bagaikan kaukab yang diterpa cahaya.   Kegemerlapan amal tersebut berasal dari tasbih, shalat, shaum, haji dan  umrah. Diangkatlah amalan tersebut hingga ke pintu Langit Keempat, dan  berkatalah Malaikat penjaga pintu langit kepada al-Hafadzah:  &#8220;Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah, punggung, dan perut  dari si pemiliknya! Akulah &#8216;Shaahibul Ujbi&#8217;, malaikat pengawas &#8216;ujub  (mentakjubi diri sendiri), aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak  membiarkan amalan seperti ini melewatiku menuju ke langit berikutnya!  Sesungguhnya si pemilik amal ini jika mengerjakan suatu amal perbuatan  maka terdapat &#8216;ujub (takjub diri) didalamnya!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba hingga  mencapai ke Langit Kelima, amalan tersebut bagaikan pengantin putri yang  sedang diiring diboyong menuju ke suaminya. Begitu sampai ke pintu  Langit Kelima, amalan yang demikian baik berupa jihad, haji dan umrah  yang cahayanya menyala-nyala bagaikan sinar matahari. Maka berkatalah  malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: &#8220;Berhentilah kalian!  Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya dan pikulkanlah pada  pundaknya! Akulah &#8216;Shaahibul Hasad&#8217;, malaikat pengawas hasad (dengki),  sesungguhnya pemilik amal ini senantiasa menaruh rasa dengki (hasad) dan  iri hati terhadap sesama yang sedang menuntut ilmu, dan terhadap sesama  yang sedang beramal yang serupa dengan amalannya, dan ia pun juga  senantiasa hasad kepada siapapun yang berhasil meraih fadhilah-fadhilah  tertentu dari suatu ibadah dengan berusaha mencari-cari kesalahannya!  Aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti  ini melewatiku untuk menuju ke langit berikutnya!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba  yang memancarkan cahaya yang terang benderang seperti cahaya matahari,  yang berasal dari amalan menyempurnakan wudhu, shalat yang banyak,  zakat, haji, umrah, jihad, dan shaum. Amal perbuatan ini mereka angkat  hingga mencapai pintu Langit Keenam. Maka berkatalah malaikat penjaga  pintu ini kepada al-Hafadzah: &#8220;Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal  perbuatan ini ke wajah pemiliknya, sesungguhnya sedikitpun ia tidak  berbelas kasih kepada hamba-hamba Allah yang sedang ditimpa musibah  (balaa&#8217;) atau ditimpa sakit, bahkan ia merasa senang dengan hal  tersebut! Akulah &#8216;Shaahibur-Rahmah&#8217;, malaikat pengawas sifat rahmah  (kasih sayang), aku telah diperintahkan Rabb-ku untuk tidak membiarkan  amal perbuatan seperti ini melewatiku menuju ke langit berikutnya!&#8221;</p>
<p>Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba yang  lain, amal-amal berupa shaum, shalat, nafaqah, jihad, dan wara&#8217;  (memelihara diri dari perkara-perkara yang haram dan subhat/meragukan).  Amalan tersebut mendengung seperti dengungan suara lebah, dan bersinar  seperti sinar matahari. Dengan diiringi oleh tiga ribu malaikat,  diangkatlah amalan tersebut hingga mencapai pintu Langit Ketujuh. Maka  berkatalah malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: &#8220;Berhentilah  kalian! Pukulkanlah amalan ini ke wajah pemiliknya, pukullah anggota  badannya dan siksalah hatinya dengan amal perbuatannya ini! Akulah  &#8216;Shaahibudz-Dzikr&#8217;, malaikat pengawas perbuatan mencari nama-diri (ingin  disebut-sebut namanya), yakni sum&#8217;ah (ingin termashur). Akulah yang  akan menghijab dari Rabb-ku segala amal perbuatan yang dikerjakan tidak  demi mengharap Wajah Rabb-ku! Sesungguhnya orang itu dengan amal  perbuatannya ini lebih mengharapkan yang selain Allah Ta&#8217;ala, ia dengan  amalannya ini lebih mengharapkan ketinggian posisi (status) di kalangan  para fuqaha (para ahli), lebih mengharapkan penyebutan-penyebutan  (pujian-pujian) di kalangan para ulama, dan lebih mengharapkan nama baik  di masyarakat umum! Aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak  membiarkan amalan seperti ini lewat dihadapanku! Setiap amal perbuatan  yang tidak dilakukan dengan ikhlash karena Allah Ta&#8217;ala adalah suatu  perbuatan riya&#8217;, dan Allah tidak akan menerima segala amal perbuatan  orang yang riya&#8217;!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba  berupa shalat, zakat, shaum, haji, umrah, berakhlak baik, diam, dan  dzikrullah Ta&#8217;ala. Seluruh malaikat langit yang tujuh  mengumandang-kumandangkan pujian atas amal perbuatan tersebut, dan  diangkatlah amalan tersebut dengan melampaui seluruh hijab menuju ke  hadhirat Allah Ta&#8217;ala. Hingga sampailah dihadhirat-Nya, dan para  malaikat memberi kesaksian kepada-Nya bahwa ini merupakan amal shalih  yang dikerjakan secara ikhlash karena Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Maka berkatalah Allah Ta&#8217;ala kepada al-Hafadzah, &#8220;Kalian adalah para  penjaga atas segala amal perbuatan hamba-Ku, sedangkan Aku adalah  Ar-Raqiib, Yang Maha Mengawasi atas segenap lapisan hati sanubarinya!  Sesungguhnya ia dengan amalannya ini tidaklah menginginkan Aku dan  tidaklah mengikhlashkannya untuk-Ku! Amal perbuatan ini ia kerjakan  semata-mata demi mengharap sesuatu yang selain Aku! Aku yang lebih  mengetahui ihwal apa yang diharapkan dengan amalannya ini! Maka baginya  laknat-Ku, karena ini telah menipu orang lain dan telah menipu kalian,  tapi tidakklah ini dapat menipu Aku! Akulah Yang Maha Mengetahui  perkara-perkara yang ghaib, Maha Melihat segala apa yang ada di dalam  hati, tidak akan samar bagi-Ku setiap apa pun yang tersamar, tidak akan  tersembunyi bagi-Ku setiap apa pun yang bersembunyi! Pengetahuan-Ku atas  segala apa yang akan terjadi adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas  segala yang baqa (kekal), Pengetahuan-Ku tentang yang awal adalah sama  dengan Pengetahuan-Ku tentang yang akhir! Aku lebih mengetahui  perkara-perkara yang rahasia dan lebih halus, maka bagaimana Aku dapat  tertipu oleh hamba-Ku dengan ilmunya? Bisa saja ia menipu segenap  makhluk-Ku yang tidak mengetahui, tetapi Aku Maha Mengetahui Yang Ghaib,  maka baginya laknat-Ku!&#8221;</p>
<p>Maka berkatalah malaikat yang tujuh dan 3000 malaikat yang mengiringi,  &#8220;Yaa Rabbana, tetaplah laknat-Mu baginya dan laknat kami semua  atasnya!&#8221;, maka langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya  menjatuhkan la&#8217;nat kepadanya.</p>
<p>Setelah mendengar semua itu dari lisan Rasulullah saw. maka menagislah  Mu&#8217;adz dengan terisak-isak, dan berkata, &#8220;Wahai Rasulullah! Engkau  adalah utusan Allah sedangkan aku hanyalah seorang Mu&#8217;adz, bagaimana aku  dapat selamat dan terhindar dari apa yang telah engkau sampaikan ini?&#8221;</p>
<p>Berkatalah Rasulullah saw., &#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Ikutilah Nabi-mu ini dalam  soal keyakinan sekalipun dalam amal perbuatanmu terdapat kekurangan.  Wahai Mu&#8217;adz! Jagalah lisanmu dari kebinasaan dengan meng-ghiibah  manusia dan meng-ghiibah saudara-saudaramu para pemikul Al-Qur&#8217;aan.  Tahanlah dirimu dari keinginan menjatuhkan manusia dengan apa-apa yang  kamu ketahui ihwal aibnya! Janganlah engkau mensucikan dirimu dengan  jalan menjelek-jelekan saudara-saudaramu! Janganlah engkau meninggikan  dirimu dengan cara merendahkan saudara-saudaramu! Pikullah sendiri  aib-aibmu dan jangan engkau bebankan kepada orang lain&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Janganlah engkau masuk kedalam perkara duniamu dengan  mengorbankan urusan akhiratmu! Janganlah berbuat riya&#8217; dengan  amal-amalmu agar diketahui oleh orang lain dan janganlah engkau bersikap  takabbur di majelismu sehingga manusia takut dengan sikap burukmu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang sementara di hadapanmu  ada orang lain! Janganlah engkau mengagung-agungkan dirimu dihadapan  manusia, karena akibatnya engkau akan terputus dari kebaikan dunia dan  akhirat! Janganlah engkau berkata kasar di majelismu dan janganlah  engkau merobek-robek manusia dengan lisanmu, sebab akibatnya di Hari  Qiyamah kelak tubuhmu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka  Jahannam!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai Mu&#8217;adz! Apakah engkau memahami makna Firman Allah Ta&#8217;ala: &#8216;Wa  naasyithaati nasythan!&#8217; (&#8216;Demi yang mencabut/menguraikan dengan  sehalus-halusnya!&#8217;, An-Naazi&#8217;aat [79]:2)? Aku berkata, &#8220;Demi bapakku,  engkau, dan ibuku! Apakah itu wahai Rasulullah?&#8221;</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Anjing-anjing di dalam Neraka yang mengunyah-ngunyah daging manusia hingga terlepas dari tulangnya!&#8221;</p>
<p>Aku berkata, &#8220;Demi bapakku, engkau, dan ibuku! Ya Rasulullah, siapakah  manusia yang bisa memenuhi seruanmu ini sehingga terhindar dari  kebinasaan?&#8221;</p>
<p>Rasulullah saw. menjawab, &#8220;Wahai Mu&#8217;adz, sesungguhnya hal demikian itu  sangat mudah bagi siapa saja yang diberi kemudahan oleh Allah Ta&#8217;ala!  Dan untuk memenuhi hal tersebut, maka cukuplah engkau senantiasa  berharap agar orang lain dapat meraih sesuatu yang engkau sendiri  mendambakan untuk dapat meraihnya bagi dirimu, dan membenci orang lain  ditimpa oleh sesuatu sebagaimana engkau benci jika hal itu menimpa  dirimu sendiri! Maka dengan ini wahai Mu&#8217;adz engkau akan selamat, dan  pasti dirimu akan terhindar!&#8221;</p>
<p>Khalid bin Ma&#8217;dan berkata, &#8220;Sayyidina Mu&#8217;adz bin Jabal ra. sangat sering  membaca hadits ini sebagaimana seringnya beliau membaca Al-Qur&#8217;aan, dan  sering mempelajari hadits ini sebagaimana seringnya beliau mempelajari  Al-Qur&#8217;aan di dalam majelisnya&#8221;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=113&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/7-langit-7-malaikat-penjaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasangan Hidup Telah Dituliskan</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/pasangan-hidup-telah-dituliskan/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/pasangan-hidup-telah-dituliskan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 15:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana telah diterangkan dalam &#8220;Al-Jami&#8217;ul Kabiir&#8221;, dari Buraidah bin Muhammad As-Sa&#8217;adi, yang memberitakan dari ayahnya, bahwa telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, kemudian ia memohon kepada Rasulullah saw, &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin menikahi seorang wanita, berdo&#8217;alah untukku!&#8221; Kemudian Rasulullah saw bersabda: &#8220;Seandainya malaikat Israfil, Jibril, Mikail, dan seluruh malaikat Pemikul &#8216;Arsy secara bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=111&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana telah diterangkan dalam &#8220;Al-Jami&#8217;ul Kabiir&#8221;, dari Buraidah bin Muhammad As-Sa&#8217;adi, yang memberitakan dari ayahnya, bahwa telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, kemudian ia memohon kepada Rasulullah saw, &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin menikahi seorang wanita, berdo&#8217;alah untukku!&#8221;</p>
<p>Kemudian Rasulullah saw bersabda: &#8220;Seandainya malaikat Israfil, Jibril, Mikail, dan seluruh malaikat Pemikul &#8216;Arsy secara bersama berdo&#8217;a untukmu, dan demikian pula aku berdo&#8217;a beserta mereka, maka tidaklah engkau akan berpasangan (menikah) kecuali dengan seorang wanita yang telah dituliskan-Nya untukmu!&#8221;</p>
<p>- Sumber: &#8220;Asbaabul Wuruud&#8221;, Ibnu Hamzah Al-Husaini Al-Hanafi Ad-Damsyiqi -</p>
<p>(KZ)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=111&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2011/01/30/pasangan-hidup-telah-dituliskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Quran, Ad-Diin Al-Islam,Al-Iman,Al-Ihsan, Tauhid, Mengenal Diri Sejati</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2010/02/20/undangan-kajian-quran/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2010/02/20/undangan-kajian-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 01:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[MATERI 1: Konsep Struktur Insan 1.Manusia terdiri dari 3 (tiga) aspek, yaitu ruh, jiwa (nafs) dan jasad. 2.Perbedaan antara ruh, jiwa (nafs) dan jasad. 3.Penjelasan pembentuk jasad. 4.Perbedaan antara hawa nafsu-syahwat 5.Hubungan antara jiwa (nafs), hawa-syahwat dan jasad. 6.Penjelasan perjalanan setiap jiwa (mawaathiin): mauthiin nur, mauthiin alastu, mauthiin rahim, mauthiin dunia, mauthiin barzakh, dan mauthiin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=103&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MATERI 1: Konsep Struktur Insan<br />
1.Manusia terdiri dari 3 (tiga)  aspek, yaitu ruh, jiwa (nafs) dan jasad.<br />
2.Perbedaan antara ruh, jiwa  (nafs) dan jasad.<br />
3.Penjelasan pembentuk jasad.<br />
4.Perbedaan  antara hawa nafsu-syahwat<br />
5.Hubungan antara jiwa (nafs), hawa-syahwat  dan jasad.<br />
6.Penjelasan perjalanan setiap jiwa (mawaathiin):  mauthiin nur, mauthiin alastu, mauthiin rahim, mauthiin dunia, mauthiin  barzakh, dan mauthiin mahsyar, mauthiin akhirat.</p>
<p>MATERI 2: Konsep  Qalb dan Hijabnya<br />
1.Penjelasan tentang hati (qalb) dari Imam al  Ghazali.<br />
2.Hati di tiga persimpangan jalan.<br />
3.Penjelasan tentang  hadits empat jenis hati.<br />
4.Perbedaan antara amal shalih dengan amal  baik.<br />
5.Akal perangkat pengendalian hawa nafsu-syahwat.<br />
6.Penjelasan  tentang sayyiah, dzanbun, itsmun, khotoun<br />
7.Ciri hati yang tidak  terhijab dengan ayat &#8220;Laa yamassuhuu illa al Muthahharuun&#8221;.</p>
<p>MATERI  3: Konsep Iman<br />
1.Definisi dan wujud iman menurut Imam al-Ghazali.<br />
2.Penjelasan  tentang Rahmat Allah<br />
3.Kaitan iman dengan Rahmat Allah.<br />
4.Kaitan  iman dengan an-nafs.<br />
5.Penjelasan iman dengan ilmul-yaqin,  `ainul-yaqiin, haqqul-yaqiin.<br />
6.Penjelasan tentang ayat QS 24:35.<br />
7.Penjelasan  tentang hadits iman itu bisa naik dan turun.<br />
8.Penjelasan tentang  martabat iman.<br />
9.Penjelasan tentang fungsi iman.<br />
10.Penjelasan  tentang Laa ya massuhuu illal Muthahharuun.</p>
<p>MATERI 4: Konsep  Petunjuk Allah<br />
1.Penjelasan tentang petunjuk Allah (umum dan khusus).<br />
2.Memahami  al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk umum yang diberikan Allah kepada semua  manusia (linnas).<br />
3.Penjelasan ayat wa man yu&#8217;min billah yahdi qalbah  (QS 64:11), bahwa seseorang memungkin menerima petunjuk langsung dari  Allah, dengan syarat hatinya memiliki iman.<br />
4.Penjelasan tentang  bentuk-bentuk petunjuk khusus dari Allah.<br />
5.Penjelasan bahwa dengan  petunjuk langsung, seseorang terpimpin ke Shiraath al Mustaqiim.</p>
<p>MATERI  5: Konsep Ujian Allah<br />
1.Kaitan amal shalih dengan ujian Allah.<br />
2.Penjelasan  ujian, cobaan, musibah, adzab.<br />
3.Penjelasan tentang maa khalaqta  hadzaa batilan.<br />
4.Konsepsi Ujian sebagai pelebur dzanbun.<br />
5.Konsepsi  Ujian sebagai cermin.<br />
6.Konsepsi Ujian sebagai pembentukan an-nafs.</p>
<p>MATERI  6: Konsep Ad-Diin<br />
1.Penjelasan tentang tiga sendi ad-Diin al Islam,  yaitu al-iman, al-islam dan al-ihsan.<br />
2.Awal ad-diin adalah memahami  dan mengenal Allah.<br />
3.Taqwa adalah terbangunnya tiga sendi ad-diin  dalam diri.<br />
4.Fungsi dan hubungan al-iman, al-islam dan al-ihsan  dalam pembentukan an-nafs.<br />
5.Penjelasan tentang syariah bathiniah.<br />
6.Penjelasan  tentang syariah lahiriah.</p>
<p>MATERI 7: Konsep Shiraath al  Mustaqiim.<br />
1.Penjelasan tentang 3 (tiga) golongan dalam al-Fathihah.<br />
2.Penjelasan  tentang makna Shiraath al Mustaqiim.<br />
3.Penjelasan tentang 4 (empat)  golongan yang berada di Shiraath al Mustaqiim.<br />
4.Penjelasan tentang  ciri orang yang tidak berada di Shiraath al Mustaqiim.</p>
<p>MATERI 8:  Konsep Misi Hidup<br />
1.Penjelasan tentang tujuan penciptaan manusia.<br />
2.Penjelasan  tentang bahwa tiap manusia memiliki misi hidupnya masing-masing.<br />
3.Penjelasan  tentang ruh-al-quds.<br />
4.Penjelasan kaitan antara konsepsi struktur  insan dengan konsepsi misi hidup.<br />
5.Penjelasan tentang kaitan misi  hidup dengan amal shalih.</p>
<p>MATERI 9: Konsep Taubat<br />
1.Penjelasan  tentang taubat an nasuuha.<br />
2.Penjelasan tentang penyerahan diri  kepada Allah.<br />
3.Kaitan pengendalian diri dari hawa nafsu-syahwat,  amal shalih, dengan penyerahan diri kepada Allah.<br />
4.Penjelasan  tentang jenis akal (`aql).<br />
5.Penjelasan tentang peran akal pikiran  dalam taubat.<br />
6.Penjelasan tentang Rahmat Allah dan kaitannya dengan  taubat an nasuuha.<br />
7.Penjelasan Rahmat Allah dan kaitannya dengan  sayyiah dan hasanah<br />
Free</p>
<p>CP:08562227444</p>
<p><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/object2/898/94/n308146624248_1119.jpg" alt="" width="200" height="147" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=103&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2010/02/20/undangan-kajian-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/object2/898/94/n308146624248_1119.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>9 Cara Membuat Anak Pintar</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2010/01/04/9-cara-membuat-anak-pintar/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2010/01/04/9-cara-membuat-anak-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/2010/01/04/9-cara-membuat-anak-pintar/</guid>
		<description><![CDATA[Kepintaran seorang bisa dibilang sebuah anugerah yang diberikan kepada anak tersebut. Tapi ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya. Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti dikutip dari MSNNews, Sabtu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=102&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepintaran seorang bisa dibilang sebuah anugerah yang diberikan kepada anak tersebut. Tapi ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya.</p>
<p>Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti dikutip dari MSNNews, Sabtu (1/8/2009):</p>
<p>1. Bermain permainan yang berpikir<br />
Catur, teka-teki silang dan sudoku selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks.</p>
<p>2. Bermain musik<br />
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.</p>
<p>3. Pemberian ASI<br />
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.</p>
<p>4. Membiasakan berolahraga<br />
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.</p>
<p>5. Menyingkirkan makanan siap saji<br />
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.</p>
<p>6. Mengembangkan rasa ingin tahu<br />
Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. Mengajari anak keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya.</p>
<p>7. Budayakan membaca<br />
Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. Cara ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya.</p>
<p>8. Mengajarkan kepercayaan diri<br />
Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya.</p>
<p>9. Memberikan sarapan yang sehat<br />
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.<br />
(DetikHealth)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=102&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2010/01/04/9-cara-membuat-anak-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Ritual</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/islam-ritual/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/islam-ritual/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[SEJAK dekade 1980-an, saya sering merasa terhibur oleh banyak informasi tentang Muslim di Indonesia, meskipun sering pula menimbulkan tanda tanya. Konon, telah terjadi peningkatan gairah beragama masyarakat Muslim. Menurut sebagian pendapat, ini merupakan keharusan sejarah. Sementara sebagian lainnya, dengan berharap pada efek hukum perputaran sejarah, menyebut sebagai romantisisme sejarah masa lalu. Berbagai analisis hadir dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=92&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEJAK dekade 1980-an, saya sering merasa terhibur oleh banyak informasi tentang Muslim di Indonesia, meskipun sering pula menimbulkan tanda tanya. Konon, telah terjadi peningkatan gairah beragama masyarakat Muslim. Menurut sebagian pendapat, ini merupakan keharusan sejarah.</p>
<p>Sementara sebagian lainnya, dengan berharap pada efek hukum perputaran sejarah, menyebut sebagai romantisisme sejarah masa lalu. Berbagai analisis hadir dalam nuansa yang penuh optimisme. Isu kebangkitan Islam pun kemudian disambut dengan gempita.</p>
<p>Awal 1980-an, fenomena jilbab menandai gairah baru kehidupan masyarakat Muslim. Kampus-kampus perguruan tinggi mulai diwarnai pemandangan keislaman yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kontroversi penggunaan jilbab di lingkungan sekolah non-pesantren seolah menjadi kendaraan yang dapat mempercepat sosialisasi jilbab ke seluruh lapisan masyarakat. Bahkan buku-buku tentang Islam, menurut salah satu survei saat itu, meningkat bersamaan dengan munculnya gairah tersebut.</p>
<p>Yang lebih menarik lagi, fenomena itu semakin tampak menjadi warna lapisan menengah sosial di Indonesia. Kerumunan ibu-ibu yang biasa mendatangi pengajian rutin di desa-desa, sejak saat itu mulai merambah kalangan menengah. Pengajian eksekutif di kantor-kantor, penyelenggaraan shalat jum’at dan tarawih di hotel-hotel berbintang kemudian menjadi fakta yang dapat menggenapkan suasana. Masjid-masjid kampus hidup memberikan spirit baru dunia kemahasiswaan, dengan tetap memelihara kedekatannya dengan kalangan pelajar dan lapisan masyarakat pada umumnya.</p>
<p>Jika sebelumnya Muslim sering diidentifikasi dengan warna-warna desa yang mencitrakan tradisionalisme kehidupan, kini Islam berubah menjadi agama kota. Agama yang menjadi identitas kelas menengah. Agama yang menjadikan komunitas para pemeluknya sebagai individu dan masyarakat maju. Anjuran Nabi untuk saling menyapa dengan ucapan “salam” pun kemudian menjadi budaya baru kehidupan kota. Jadi, pakaian dan ucapan telah mencitrakan simbol keislaman yang semakin kental menjadi “gaya hidup” hampir semua lapisan sosial.</p>
<p>Bukan hanya itu. Dalam bidang seni budaya, lagu-lagu bernuansa religius semakin digemari usia remaja. Padahal, sebelumnya, mereka lebih tertarik pada lagu-lagu yang mencerminkan budaya dan identitas masyarakat Barat. Muncullah nasyid yang kemudian banyak digemari kaula muda Muslim. Mereka seolah menemukan identitas baru yang tetap mampu memelihara citra remaja kota. Ada kecenderungan baru untuk menikmati lirik-lirik lagu yang memiliki muatan pesan-pesan Islami.</p>
<p>Riak-riak itu tampaknya terus berjalan menembus waktu. Pada pentas berikutnya, ia terbukti sanggup berubah menjadi gelombang besar. Simbol-simbol keislaman formal semakin banyak dianut oleh berbagai lapisan dan kalangan, sekaligus menjadi warna yang semakin terbuka hampir pada semua peristiwa. Di sela-sela kerumunan orang para pecandu sepak bola, misalnya, tampak di layar televisi perempuan berjilbab; dalam acara kuis yang banyak digemari masyarakat, jilbab selalu hadir di antara mereka; dan hampir dalam semua peristiwa yang melibatkan banyak orang, jilbab yang diidentifikasi sebagai bagian dari simbol dan identitas pemeluk Islam, selalu tampak menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>UNTUK</strong> sementara waktu saya sendiri hampir tidak peduli dengan berbagai komentar yang kurang membahagiakan. Bagi saya, identitas formal itu tetap memiliki arti penting. Jika gelombang itu terus berlanjut, tidak tertutup kemungkinan bila kemudian berubah menjadi budaya material yang dapat dibanggakan. Budaya orang Islam yang tetap menarik perhatian banyak kalangan. Identitas sosial yang memiliki nuansa religius, tapi tetap relevan dengan tuntutan zaman.</p>
<p>Secara kuantitatif, lapisan baru komunitas Muslim ini terus bertambah. Pilihan-pilihan aktivitas keagamaan yang tetap memenuhi selera sosial mereka juga semakin kaya. Pada musim libur sekolah, ziarah ke tanah suci kini menjadi pilihan pengisi luang. Saya kira, ini bukan pelarian. Ini adalah pilihan yang sengaja mereka ambil. Kebutuhan akan konsumsi spiritual mungkin telah menjadi prioritas di luar aktivitas rutin yang sering membuat kehidupan semakin jenuh dan membosankan. Pendek kata, fenomena ini sangat membahagiakan.</p>
<p>Tapi, seperti itulah kehidupan. Mata kita sering tidak sanggup menembus hakikat di balik fakta. Mungkin kita sulit percaya, jika di balik fenomena simbolik itu masih menyisakan makna artifisial yang memprihatinkan. Konon lagi, menurut sahabat perempuan saya yang setiap hari bekerja, semua wanita di tempat kerjanya kini telah berjilbab. Kenyataan yang menggembirakan. Tapi, ada yang tidak mudah dipahami. Kebanyakan di antara mereka selalu dalam kondisi <em>haid</em> (datang bulan). Otomatis mereka tidak bisa melaksanakan kewajiban shalat.</p>
<p>Sama halnya dengan kepadatan orang melaksanakan shalat Sunat Id hari lebaran, tapi tidak sempat melaksanakan shalat wajib lima kali sehari semalam. Banyak orang sanggup berkali-kali berhaji, tapi tak kuasa mengeluarkan sebagian hartanya untuk kaum dhuafa. Atau tega melepas kembali jilbab seusai ramai-tamai tarawih berjamaah di sela-sela kesibuikan ramadhan. Dan melepas kembali busana muslimah setelah tuntas acara<em>talkshow</em> atau main sinetron di televisi.</p>
<p>Mungkin, inilah kuantitas umat yang diilustrasikan Nabi sebagai “buih”. Menggembirakan, tapi hanya di permukaan. Atau, paling untung, dia telah berislam, tapi baru pada tataran ritual, dan belum menyentuh dimensi sosial.*</p>
<p>&#8211;<br />
warnaislam.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=92&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/islam-ritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintegrasikan Sumber-Sumber Belajar</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/mengintegrasikan-sumber-sumber-belajar/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/mengintegrasikan-sumber-sumber-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/mengintegrasikan-sumber-sumber-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata istri saya tidak sendirian, ada banyak ibu muda lain yang punya niat yang sama atas anak-anaknya. Ada di antaranya yang meminta pendapat saya sebelum mengeksekusi niatnya. Berikut ini adalah jawaban saya, kepada istri saya, kepada ibu muda lain itu, dan kepada siapapun yang bisa saja menghadapi masalah serupa. Saya tidak berani merekomendasikan anak-anak anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=91&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0 0 7px;">Ternyata istri saya tidak sendirian, ada banyak ibu muda lain yang punya niat yang sama atas anak-anaknya. Ada di antaranya yang meminta pendapat saya sebelum mengeksekusi niatnya. Berikut ini adalah jawaban saya, kepada istri saya, kepada ibu muda lain itu, dan kepada siapapun yang bisa saja menghadapi masalah serupa.</p>
<p>Saya tidak berani merekomendasikan anak-anak anda untuk menonton pertunjukan itu. Saya lebih setuju ibu membinanya untuk banyak membaca, olahraga dan terjun dalam pengalaman langsung, dalam aktivitas, bersama anak-anak muslim dan masyarakat pada umumnya.</p>
<p>Rosululloh saw membasiskan pembangunan masyarakat dari membaca, bukan menonton. Pun, bacaan-bacaan tersebut harus terintegrasi dan mengacu pada sumber belajar kita yang utama, yakni Al Qur-an dan Hadist sahih. Sekiranya berlawanan atau melalaikan, jangan diambil. Tapi,  jika tidak bertentangan &#8211; yang berarti menunjang akidah dan iman islam, atau sekurang-kurangnya tidak melalaikan kita dari mengingat Alloh, tidak melalaikan kita dari mengingat akar sosial dan kultural kita,  dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak ibu, ambillah untuk dibaca mereka.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Integrasi sumber-sumber belajar adalah wisdom atau hikmah dari hidup bertauhid, di mana sumber-sumber belajar kita satu sama lain saling menunjang. Inilah belajar dan hidup yang terintegrasi, atau belajar secara bertauhid.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Sumber-sumber belajar tersebut meliputi: orang (teman, guru, orangtua, dl), media massa (koran, majalah, buku-buku, radio, televisi, dll). Apakah sumber-sumber ini saling menunjang dalam hidup kita, mari kita evaluasi.</p>
<p>Apakah koran yang kita langgan, secara ideologis dan historis, membela dan menguatkan islam? Atau justru berada di pihak, yang secara diam-diam atau mungkin malah terang-terangan, berhadap-hadapan dengan islam &#8211; yang dengan demikian menyakiti umat islam? Juga majalah, buku-buku, radio yang kita dengar, mata acara televisi yang kita tonton, dan lain-lain.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Lihat juga siapa yang kita temani atau akrabi, apakah ia atau mereka, pilihan yang tepat yang dapat membuat akidah dan iman islam kita terjaga? Adakah itikad bersama untuk membangun iklim tawaashoubil haqqi dan tawashoubil sobr (saling mengingatkan dengan kebenaran dan menetapi kesabaran)? Atau justru saling menjerumuskan?</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Apakah membuat kita menjadi lebih mencintai saudara muslim dan memberi rahmat, kasih sayang, pada seisi alam semesta? Atau malah mendekatkan diri kita pada penentang-penentang Alloh?</p>
<p>Mengajak kita hidup lebih bersih dan mulia? Atau mengantar kita mengakrabi barang-barang dan kegiatan-kegiatan yang syubat, bahkan haram?</p>
<p>Mengajak kita menggunakan dunia untuk memperjuangkan akhirat? Atau cuma melangutkan kita dengan kesenangan-kesenangan semu dan sesaat yang kering dari nilai ukhrowi?</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Lingkungan adalah variabel yang menentukan pembentukan kepribadian manusia. Jauh sebelum penelitian-penelitian sampai kepada tesa ini, Rosululloh saw sudah mengisyaratkan pentingnya lingkungan. Beliau berkata, sebagaimana diriwayatkan Ahmad dan At-Tirmidzi, bahwa agama seseorang &#8211; termasuk kualitas beragamanya, bergantung pada siapa yang ia pergauli, maka masing-masing muslim diminta untuk mencermati siapa yang diakrabi.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Lihat juga komunitas kita, tempat kita bercengkerama, bahkan apa yg kita makan: terjaminkah kehalalannya? Atau tanpa sadar kita masih menyantap makanan-makanan yang syubat?</p>
<p>Singkatnya, pemilihan atau seleksi atas semua variabel lingkungan yang berinteraksi dengan hidup harus kita dasarkan pada rujukan puncak,  yakni: al-Qur&#8217;an dan Hadist sahih. Inilah acuan dasar kita untuk mengenali anasir-anasir yang akan terus ada dan berlawanan sepanjang hidup manusia: tauhid&gt;</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Lawan dari sumber-sumber belajar yang terintegrasi adalah sumber-sumber belajar yang acak, tidak menunjukkan struktur dan kesatuan, tidak saling menunjang, centang-perenang, bahkan saling merubuhkan &#8211; karena dipilih berdasarkan pedoman yang kacau, atau memang tidak berpedoman.</p>
<p>Kondisi belajar demikian ini akan menghasilkan manusia dengan &#8216;kekacauan ideologi&#8217;, di mana banyak konsep-konsep &#8216;tampak benar&#8217; berkecamuk di benaknya, yang cenderung saling berbenturan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Pribadi yang mengalami kekacauan ideologi, niscaya adalah pribadi yang &#8216;pecah&#8217;, gamang dan bingung dalam mengenali kebenaran. Maka ketahuilah, gamang adalah karakter yang menguntungkan musuh-musuh islam. Mereka itu, tidak perlu membuat kita secara formal murtad, cukup membuat muslim itu gamang, itu sudah setengah lebih dari kemenangan.</p>
<p>Mengapa? Sebab kegamangan membedakan kebenaran dari anasir kebathilan akan menumbuhkan sifat: pesimis, ragu-ragu, pengecut, apatis, oportunis, tidak peka, dalam mengidentifikasi dan mengambil sikap terhadap kebathilan. Jika seorang muslim sudah dihinggapi sifat-sifat demikian ini, maka lebih mudahlah ia dipalingkan dari islam. Bahkan, sekalipun secara formal ia masih muslim, boleh jadi telah mulai tanggallah islam dari jiwanya.</p>
<p>Lihatlah contoh segar baru-baru ini, ketika undang-undang anti pornografi dirancang, tidakkah kita mengenali adanya pihak-pihak, media-media, yang dengan gencar menekuk-nekuk kebenaran dengan keindahan retorika, bahasa keminter, untuk membuat kita (muslim), menjadi apatis, gamang, ambigu, dan membuat kebenaran tampak begitu rumitnya?</p>
<p>Lihatlah hasilnya. Banyak saudara-saudara muslim yang menjadi bersikap demikian itu, bahkan tidak sedikit yang mengambil sikap berseberangan (kontra) terhadap undang-undang tersebut.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Itulah yang dikerjakan musuh-musuh islam melalui berbagai media yang menjadi komprador mereka: membentuk pribadi-pribadi yang gamang pada kebenaran. Inilah yang dalam islam disebut &#8216;perang pemikiran&#8217; dengan media dan berbagai bentuk sumber belajar sebagai instrumennya.</p>
<p>Semoga Alloh swt memberi kita kemampuan untuk mengenali kebenaran, dan kemampuan untuk memperjuangkannya. Dan semoga Alloh swt memberi kita kemampuan mengenali kebathilan, dan kemampuan untuk melawannya. Barokalloohu fiik. Wassalamu&#8217;alaikum. (<strong>Ahmad Antawirya).</strong>*</p>
<p style="margin:0 0 7px;">
<p style="margin:0 0 7px;">&#8211;<br />
warnaislam.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=91&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/mengintegrasikan-sumber-sumber-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Menulis Artikel Dakwah</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/kiat-menulis-artikel-dakwah/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/kiat-menulis-artikel-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Membaca tanpa menulis, ibarat memiliki harta dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan. Menulis tanpa membaca, ibarat mengeduk air dari sumur kering. Tidak membaca dan juga tidak menulis, ibarat orang tak berharta jatuh ke dalam sumur penuh air&#8221; (Gordon Smith, politikus Inggris, abad 18). Membaca dan menulis ibarat sisi mata uang. Saling menunjang peran dan fungsi masing-masing. Salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=89&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0 0 7px;">&#8220;Membaca tanpa menulis, ibarat memiliki harta dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan. Menulis tanpa membaca, ibarat mengeduk air dari sumur kering. Tidak membaca dan juga tidak menulis, ibarat orang tak berharta jatuh ke dalam sumur penuh air&#8221; (<strong>Gordon Smith</strong>, politikus Inggris, abad 18).</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Membaca dan menulis ibarat sisi mata uang. Saling menunjang peran dan fungsi masing-masing. Salah besar pendapat orang yang menganggap membaca dan menulis membuang-buang waktu. Membaca dan menulis adalah pekerjaan besar bagi orang-orang berperadaban dan mengetahui manfaat membaca dan menulis dalam mengembangkan kemajuan peradaban.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Hanya saja, mayoritas bangsa kita masih awam dalam soal membaca dan menulis. Alasannya, tidak punya waktu. Padahal dalam sehari-semalam banyak orang membuang-buang waktu tak karuan. Seperti nongkrong di pinggir jalan, ngobrol di gardu ronda, melamun memeluk lutut, dan sebagainya.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Membaca dan menulis dianggap bukan professi penting. Dianggap tidak menghasilkan. Berbeda dengan dagang, kuli, menjadi PNS, debt colector, atau pekerjaan lain yang tidak membutuhkan membaca dan menulis.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Ditambah kurangnya dukungan infrastruktur yang mendorong kemajuan pekerjaan membaca dan menulis. Harga buku mahal (padahal dibandingkan dengan harga kaset, CD, DVD, harga buku lebih murah). Menulis membutuhkan enerji khusus (padahal berolahraga lebih membutuhkan enerji khsus dalam bentuk makanan-minuman suplemen yang tidak murah). Perpustakaan juga sangat kurang. Jangankan perpustakaan pribadi, perpustakaan umum pun, nyaris tidak ada di sembarang tempat. Kalaupun ada, kesannya angker, birokrasinya rumit, koleksinya kurang dan &#8220;out of date&#8221;. Bandingkan dengan kondisi negara besar seperti Amerika Serikat, pada abad 18 saja, para penduduk pedesaan rata-rata sudah memiliki perpustakaan pribadi di rumah masing-masing.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Pada kesempatan ini, akan diuraikan kiat-kiat sederhana tentang membaca dan menulis.Tentu saja, menulis akan mendapat prosi lebih besar, karena soal membaca, kiranya para peserta Diklat sudah terbiasa. Mungkin dalam intensitas saja yang perlu peningkatan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong>JIKA</strong> membaca sudah menjadi kebiasaan, sudah menjadi tuntutan, akan muncul keinginan menulis. Segala sesuatu yang dibaca akan merangsang pendapat kita, baik yang berlawanan maupun yang sejalan dengan isi tulisan. Jika selama atau sesudah membaca sebuah tulisan, timbul perasaan &#8220;saya juga bisa&#8221; atau &#8220;ah, pendapat ini salah&#8221;, Insya Allah, bibit kepenulisan mulai mekar berkembang, dan perlu penyaluran segera. Jangan dibatasi dengan &#8220;ingin menulis&#8221; tanpa pernah mencobanya satu kali pun.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Kedua, menumbuhkan kegemaran dan keterampilan menulis. Langkah-langkah ke arah itu, adalah sebagai berikut :</p>
<p style="margin:0 0 7px;">1. Tulislah apa yang ingin kita tulis pada waktu keinginan itu tiba-tiba muncul. Jangan dibiarkan menunggu hingga keinginan itu lenyap kembali. Calon penulis professional akan selalu menyiapkan catatan atau skema singkat, apabila keinginan menulis tiba-tiba muncul. Keinginan menulis tiba-tiba, berupa embrio apa-apa yang akan ditulis, disebut juga ilham, atau apa saja namanya, akan muncul di mana saja. Di perjalanana, di tempat kerja, di bus kota, di warteg atau di WC. Secarik kertas yang tersedia di saku kemeja mungkin akan menjadi penampung terpenting pertama dalam situasi dan kondisi mendadak. Atau ingatan yang kuat ikut berperan sebagai terminal gagasan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">2.Luangkan waktu khusus untuk menuliskan apa-apa yang sudah tercatat atau terpikirkan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">3.Jika waktu luang sudah ada, gagasan dan ilham sudah berhasil dituangkan, maka jadilah Anda seorang bakal penulis. Selamat.</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong>SELUK</strong>-beluk menulis dan tulisan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Tulisan terdiri dari bentuk dan isi. Bentuk adalah paparan, uraian, penyampaian gagasan melalui susunan kata dan kalimat. Isi adalah gagasan, pendapat, keinginan, usul, saran yang kita kemukakan lewat tulisan tadi.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Dilihat dari bentuk dan isinya, tulisan terdiri dari dua jenis :</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong><em>1.Fiksi </em></strong>: tulisan berdasarkan imajinasi, hayalan. Namu tetap berpijak kepada gagasan nyata. Disampaikan dalam rangkaian kata dan kalimat yang penuh &#8220;bunga&#8221; gaya bahasa. Penuh metafore, personifikasi, hyperbol, bombasme dan sebagainya yang dikategorikan bahasa &#8220;sastra&#8221;. Tulisan fiksi meliputi prosa (ceritera pendek, novel, roman), dan puisi (sajak, lirik, nyanyian).</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong><em>2.Non-fiksi</em></strong> : tulisan berdasarkan data dan fakta. Disampaikan dalam bahasa lugas, tidak menggunakan &#8220;gaya bahasa sastra&#8221;, walaupun mungkin pada sebagian menampilkan kesan &#8220;sastra&#8221;. Terutama pada tulisan berbentuk essey.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Yang termasuk tulisan non-fiksi, adalah berita, reportase, essey, artikel opini, artikel ilmiah. Tulisan non-fiksi, bermuatan informasi tertentu (orang tertabrak kerataapi, peristiwa kebakaran, peledakan bom,dlsb.) yang dikemas dalam berita, atau reportase hasil liputan para jurnalis yang terikat oleh kaidah 5 W (What, Why, When, Where, Who) plus 1 H (How), analisa (pada karya ilmiah dan semi ilmiah), serta pandangan penulisnya mengenai satu atau berbagai hal (pada artikel opini).</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong>URAIAN</strong> di atas merupakan patokan penulisan naskah bersifat umum. Untuk menulis naskah keagamaan, dapat diperkecil ruang lingkupnya sebagai berikut :</p>
<p style="margin:0 0 7px;">1.Naskah keagamaan bersifat khusus. Menguraikan masalah-masalah fiqih (thaharah, shalat, zakat, saum, haji, mengurus jenazah, dll.), syaraf-nahwu, ulumut tafsir, dll. sebagai bahan ajar di sekolah/madrasah/pesantren.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">2.Naskah keagamaan bersifat umum. Menguraikan berbagai fenonema sosial, politik, budaya, ekonomi, berdasarkan sudut pandang agama. Dalam hal ini, Islam.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Jenis yang kedua inilah yang dimaksud dengan naskah keagamaan. Inilah yang disebut artikel dakwah</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Setiap tulisan, apalagi tulisan keagamaan atau artikel dakwah, mutlak harus mengacu kepada petunjuk al Quran dan Sunnah Rasululhah Saw. Yaitu mengandung berita yang baik dan benar sesuai dengan missinya mengabarkan sesuatu (Q.san Naba), mencari dan mengetengahkan informasi (Q.s.al Anbiya : 77).</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Maka di dalam mengumpulkan bahan-bahan untuk artikel dakwah, baik melalui referensi bacaan, maupun wawancara, harus benar-bnar terarah, fokus pada pokok permasalahan dan jelas (Q.s.al Maidah : 101), harus dicek and ricek (Q.al Hujurat:6), bersih dari sikap intimidasi, menakut-nakuti (Q.s.an Nisa : 94), dan menjauhi prasangka buruk (Q.s.alHujurat: 12).</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Artikel dakwah tidak mengandung dan mengundang fitnah yang memutus silaturahim. Sebab pemutusan silaturahim akan menghilangkan rahmat Allah SWT. Sabda Nabi Saw :<em>Inna rahmatan la tanzil ala qaumin qath&#8217;urrahim</em>.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Kalau menjadi bahan polemik (perang pendapat secara tertulis atau &#8220;perang pena&#8221;), tidak mejadi masalah, asal tidak ke luar dari prinsip &#8220;bil hikmah, wal maudzatil hasanah, wa jadilhum billati hiya ahsan&#8221; (Q.s.an Nahl : 25).</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Kata orang Inggris, never put til tomorrow, what can you do today. Mengapa menulis artikel dakwah tidak dimulai hari ini ? Jangan tangguhkan hingga besok.***</p>
<p style="margin:0 0 7px;"><strong>* H.Usep Romli HM, </strong><em>wartawan senior &#8220;PR&#8221;, penulis, sastrawan/budayawan.</em></p>
<p style="margin:0 0 7px;">
<p style="margin:0 0 7px;">&#8211;<br />
<em>Sumber: warnaislam.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=89&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/kiat-menulis-artikel-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Da&#8217;wah Lewat Media Tulis</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/dawah-lewat-media-tulis/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/dawah-lewat-media-tulis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari, istilah dakwah hampir dimaknai identik dengan ceramah, khutbah, atau sejenisnya. Jarang orang menyebut dakwah terhadap kegiatan seorang kolumnis, wartawan, atau pembuat karya tulis lainnya. Terhadap Kyai Arifin Ilham yang mampu membuat audien menangis ketika mengikuti uraian ceramahnya di suatu mesjid, tanpa harus berpikir panjang, orang gampang saja menyebutnya sebagai seorang da&#8217;i. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=87&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0 0 7px;">Dalam kehidupan sehari-hari, istilah dakwah hampir dimaknai identik dengan ceramah, khutbah, atau sejenisnya. Jarang orang menyebut dakwah terhadap kegiatan seorang kolumnis, wartawan, atau pembuat karya tulis lainnya. Terhadap Kyai Arifin Ilham yang mampu membuat audien menangis ketika mengikuti uraian ceramahnya di suatu mesjid, tanpa harus berpikir panjang, orang gampang saja menyebutnya sebagai seorang da&#8217;i. Tapi tidak pada seorang Eddy D. Iskandar meskipun kenyataannya lebih banyak lagi audien yang menangis ketika membaca karya tulisnya yang dibuat dalam bentuk novel.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Padahal, jika dakwah itu secara sederhana dimaksudkan sebagai usaha seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mampu melakukan perubahan, baik pikiran, perasaan, sikap maupun perilakunya, maka apapun bentuk kegiatannya, termasuk menulis, seorang kolumnis pun bisa disebut da&#8217;i. Melalui karya tulisnya, seorang penulis akan berusaha mempengaruhi para pembacanya sehingga mampu menyentuh audien dalam jumlah yang bisa melebihi para pendengar ceramah akbar sekalipun.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Para penulis juga sebetulnya selalu terlibat dalam kegiatan dakwah. Bahkan usia dakwah tulisan akan jauh lebih panjang dibanding dakwah lisan. Bayangkan, untuk menyampaikan ceramah lisan secara langsung di hadapan para jamaah, seorang Hamka kini tidak mungkin lagi bisa melakukan dakwah, karena memang telah tiada. Tapi melalui media tulis, Hamka hingga saat ini masih tetap &#8220;hidup&#8221; menyampaikan pesan-pesan dakwahnya.<em>Tafsir Al-Azhar </em>masih hadir di ruang-ruang kuliah dan pengajian; dan <em>Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah </em>pun masih tetap lincah mengajak para jamaah merenungkan pesan-pesan moral yang tertata apik dan menggairahkan. Hamka telah tiada, tapi dakwahnya masih tetap hidup mengunjungi para jamaah.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Bukan hanya usianya yang lebih panjang. Tapi media tulis juga memiliki kelebihan yang sulit diimbangi oleh media lisan lainnya, termasuk media elektronik. Beberapa riset komunikasi massa memperlihatkan fakta yang menarik di seputar efek media cetak. Media tulis, salah satunya, ternyata memiliki kekuatan luar biasa dalam mengendalikan perilaku khalayak. Efek psikologisnya memiliki dampak yang lebih permanen dibanding media massa lainnya.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Ada beberapa kelebihan media tulis jika dibandingkan dengan media lisan, termasuk dalam kegiatan berdakwah. Salah satunya adalah bahwa media tulis umumnya memiliki struktur paparan yang lebih rapih dibanding media lisan. Pesan-pesan yang dirangkai dalam tulisan dapat dirumuskan secara lebih hati-hati, sehingga jika sewaktu-waktu penulis melakukan kesalahan pada saat menulis, ia dapat memperbaikinya sebelum dibaca oleh pembaca. Sebaliknya seorang khotib yang melakukan kesalahan ketika menyampaikan khutbah, akan sulit memperbaiki sebelum pesan itu didengar oleh para pendengarnya.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Media tulis juga dapat dipikirkan ulang ketika sewaktu-waktu ditemukan pembacanya ada hal-hal yang sulit dipahami. Sebuah karya tulis dapat disimpan sementara, untuk kemudian dibaca kembali jika diperlukan. Bahkan, jika sewaktu-waktu diperlukan, karya tulis juga dapat diulang-ulang dibaca, sehingga proses internalisasi pesan di kalangan para pembacanya memiliki peluang yang lebih besar, bila dibanding dengan proses penyampaian pesan yang hanya sepintas diterima. Jika ditemukan istilah asing yang belum dipahami maknanya, seorang pembaca dapat dengan leluasa membuka kamus terlebih dahulu. Padahal jika istilah asing itu diperoleh ketika mengikuti ceramah lisan, seorang pendengar akan menemukan kesulitan untuk memperoleh penjelasan makna sehingga akan mengaburkan substansi pesan secara keseluruhan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Karena itu, pesan-pesan media tulis secara umum memiliki efek yang lebih besar dibanding media lisan. Sebuah survey komunikasi memperlihatkan bahwa pesan-pesan yang disajikan dalam buku (seperti novel, komik, dan sejenisnya) dan majalah ternyata memiliki efek psikologis yang lebih besar dibanding film dan radio yang hanya dikonsumsi melalui indera pendengaran. Salah satu alasannya adalah karena media cetak (seperti koran dan majalah) memiliki tingkat kedekatan <em>(proximity)</em> yang lebih besar dibanding media elektronik (seperti radio dan bahkan televisi).</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Selain kelebihan-kelebihan di atas, memang ada kelemahan yang tidak bisa ditawar-tawar. Media tulis mensyaratkan kemampuan membaca audiennya. Seorang buta aksara tidak akan mampu secara langsung menikmati paparan seorang kolumnis yang setiap pagi datang lewat koran dan majalah. Tapi tentu ia dapat menikmati suara merdu seorang penyiar yang juga hadir setiap saat lewat radio. Jika datang ke masjid untuk melakukan shalat jum&#8217;at, seorang buta aksara hanya memperoleh satu kenikmatan, yaitu pesan-pesan khotib di atas mimbar. Tapi mereka yang terampil membaca, akan memperoleh paling tidak dua kenikmatan: khotib di atas mimbar dan lembaran jum&#8217;at yang kini tersedia hampir di semua masjid.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Di samping kelebihan dan kekurangan media tulis seperti disebutkan di atas, tulisan juga kini dapat menjadi alternatif pemecahan ketika masyarakat sudah tidak mampu lagi meluangkan waktu untuk menghadiri pengajian, mengikuti dakwah-dakwah Islam yang disampaikan dalam bentuk ceramah lisan di masjid-masjid. Proses perubahan pola kerja masyarakat kini telah menyita hampir seluruh waktu bangun mereka. Akibatnya, mereka mulai kehilangan kesempatan untuk menghadiri acara-acara dakwah Islam yang biasa diselenggarakan hampir pada setiap momentum kegiatan dan peringatan-peringatan di negeri ini. Ketidakmampuan mereka untuk menghadiri kegiatan dakwah bukan saja diakibatkan oleh makin sempitnya waktu, tapi juga karena makin terbatasnya tenaga dan membanjirnya pekerjaan.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Alternatifnya, kini diperlukan pola penyampaian dakwah Islam yang tidak terlalu menuntut masyarakat hadir secara langsung. Dan, salah satu solusinya, dakwah disampaikan melalui media tulis. Dengan begitu, dakwah dapat berjalan terus meskipun kesempatan mereka telah tersita seluruhnya. Dakwah melalui media tulis akan tetap datang mengunjungi mereka yang sedang istirahat di rumahnya masing-masing. Mereka bisa tetap menikmati sajian dakwah Islam, tanpa harus meninggalkan pertemuan keluarga selepas makan malam.</p>
<p style="margin:0 0 7px;">Tapi, tuntutannya adalah, kini semakin dibutuhkan para juru dakwah tulisan. Sebab corak dan gaya paparan tertulis tidak selalu sama dengan corak dan gaya paparan lisan. Apa yang enak didengar, belum tentu enak juga dibaca.*</p>
<p style="margin:0 0 7px;">
<p style="margin:0 0 7px;">&#8211;<br />
Sumber: http://www.warnaislam.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=87&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/10/13/dawah-lewat-media-tulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kita Ikhlas ?</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/sudahkah-kita-ikhlas/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/sudahkah-kita-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 09:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=67&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ. وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِىَ فِى النَّارِ [رواه مسلم].</p>
<p>Dari Abu Hurairah; Abdurrahman bin Shakhr , berkata; Aku mendengar Rasulullah bersabda; Sesungguhnya manusia yang pertama-tama diadili pada hari kiamat kelak adalah seorang yang mati syahid.Dia akan dihadapkan pada nikmat-nikmatnya dan dia mengenalnya. (Allah) berkata, `Apa yang engkau lakukan dengan itu semua?’ `Aku telah berperang demi Engkau, hingga aku mati syahid. (Allah) berkata, `Engkau bohong! Engkau berperang agar disebut sebagai orang yang pemberani.’ Dan kau telah disebut sebagai pemberani Kemudian Allah memerintahkan (malaikat) untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.</p>
<p>Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Qur’an. Dia didatangkan kemudian diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an karena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Qur’an supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”</p>
<p>Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. (HR Muslim)</p>
<p>Astaghfirullohaladziim..<br />
Ya Allah karuniakan kepada kami keikhlasan, amiin Yaa Robb..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=67&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/sudahkah-kita-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Quran yang menakjubkan (Keseimbangan)</title>
		<link>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/al-quran-yang-menakjubkan-keseimbangan/</link>
		<comments>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/al-quran-yang-menakjubkan-keseimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 02:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/al-quran-yang-menakjubkan-keseimbangan/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, berikut ini : Beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki-laki sama dengan wanita. Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki-laki dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 24 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=66&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, berikut ini :</p>
<p>Beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki-laki sama dengan wanita.<br />
Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki-laki dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 24 kali dan wanita juga disebutkan 24 kali.</p>
<p>Susunan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misal 24=24.</p>
<p>Saudaraku<br />
Berdasarkan analisis lebih mendalam dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan Al-Quran.<br />
Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata-kata dalam Al-Quran (versi bahasa arab) berikut ini:</p>
<p>1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.</p>
<p>2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.<br />
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.<br />
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.<br />
5. Orang-orang 50 kali, nabi 50 kali.<br />
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.<br />
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.<br />
8. Sodaqoh/sedekah 75 kali, kepuasan 75 kali.<br />
9. Orang-orang yang tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.<br />
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.<br />
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.<br />
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.<br />
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.<br />
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.<br />
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.<br />
16. Harapan 8 kali, ketakutan/kecemasan 8 kali.<br />
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pempublikasian 18 kali.<br />
18. Penderitaan 114 kali, kesabaran 114 kali.<br />
19. Muhammad 4 kali, syari&#8217;ah (ajaran Rasulullah saw) 4 kali.<br />
20. Laki-laki 24 kali, wanita 24 kali.</p>
<p>Dari Rizki Abdurrazaq Ferdian, Netherland.<br />
(a message from ESQ 165 International Community,Abi Zakky Setiawan)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufikr.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufikr.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufikr.wordpress.com&amp;blog=630423&amp;post=66&amp;subd=taufikr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufikr.wordpress.com/2009/08/12/al-quran-yang-menakjubkan-keseimbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3382ef7a3c8b41e8fbf1f1b8dd4268d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
